Showing posts with label at work. Show all posts
Showing posts with label at work. Show all posts

09 December 2007

Sopir-sopir Taksi

Tiga hari kemarin pergi ke Jakarta, karena kebetulan ada pameran manufacturing yang menarik. Kami tidak membawa kendaraan, mengingat jumlah kami hanya sedikit, sehingga akan lebih murah apabila kami menggunakan travel seperti Cipaganti, X-Trans atau Baraya.

Untuk pergi ke tempat-tempat yang telah dijadwalkan sebelumnya, kami menggunakan taksi.
Sopir taksi pertama, seorang sejarahwan. Beliau bercerita tentang politik mulai dari jaman Soekarno hingga masa kini, "Tahu nggak!?? Nggak ada presiden yang lebih baik dari Soekarno!"

Dengan penuh semangat, ia menjelaskan mengapa, bagaimana, dimana dan kapan terjadinya beragam peristiwa di Indonesia, dengan dibumbui romantika masa-masa perjuangan, kemudian berakhir di kisah mengenai rencana penyerangan Indonesia ke Malaysia.

Dilanjutkan dengan kisah mengapa kini Malaysia bisa dengan pongah mengambil satu demi satu budaya kita untuk dipatenkan, mulai dari tempe sampai kesenian-kesenian, dst.. hingga sampai di tujuan, ia masih terus bercerita sambil menghitung kembalian..

Sopir kedua, sopir tembak (malam hari jam 02.00 di Jakarta membuat penumpang tidak memiliki banyak pilihan), meminta 75,000,- dari Artha Gading ke Slipi.

"Lewat tol aja Pak.. kan lebih aman"
"Lha, emang kita ngapain? Udah, lewat jalan biasa aja.."
"75 rebu aja pak, ntar tol saya yang bayarin"
(ngotot amat sih ni taksi, pikir saya yang terkejut melihat argo berjalan 5 kali lebih kencang)

"Ntar kena polisi lho" si sopir bersikeras
"Lha, ya biarin, kita pada bawa KTP kok"
"Tapi saya nggak bawa SIM"
"Pak, kita stop disini, mau ganti taksi"

Nah, sopir selanjutnya, nggak kalah seru, sopir yang mudah naik darah! Walaupun ia sopir taksi yang sudah memiliki reputasi di Jakarta, dia tetap berusaha memperdaya kami dengan mengambil jalan yang lebih jauh dan macet. Sebelum kami sempat protes,
DUAR! Dia kena sial..

Taksi yang kami tumpangi sedang menyalip ke jalur kanan ketika ditabrak oleh mobil di belakangnya. Sopir taksi tersebut dengan gemas berkata-kata sambil menunjuk-nunjuk sopir mobil yang menabraknya, yang kini telah tepat berada di sampingnya, "HEH! Kena loe ya! Minggir sekarang!!! Kena loe ya!!!"

Sejurus kemudian sopir taksi berusaha menyalip, dan berhasil! Kini ia berada tepat di depan mobil itu lagi, dan berusaha menghalangi jalan mobil tersebut, kemudian menyuruhnya untuk segera menepi. Setelah menuai banyak klakson protes dari para pengemudi di belakang kami, akhirnya mobil tersebut menepi di belakang kami.

Sopir taksi segera mengerem, dan turun dari taksi. Segera setelah turun, ia menghampiri sopir mobil yang menyenggolnya."Plak!" sebuah tamparan mendarat di pipi sopir taksi, segera terjadi pergumulan (lebih tepatnya mungkin saling tampar dan tangkis) yang kekanak-kanak kan.

Si sopir taksi yang merasa bertubuh lebih kecil (terlambat disadari, karena sopir mobil lainnya yang bertubuh lebih subur dan gempal serta memiliki tinggi tubuh yang agak sedikit membuat nyali menciut, berkepala plontos, baru dapat terlihat setelah turun dari mobil) segera kembali ke taksinya.

Mereka kembali saling berkacak pinggang dan menaikkan dagu masing-masing seraya terus saling melempar argumen. Namun bedanya, kini si sopir taksi sudah memegang pintu mobil, bersiap-siap untuk segera masuk ke mobil dan tancap gas.

Si sopir mobil yang menabrak merasa tidak bersalah, dan terus menerus mengatakan "Apa-apaan!! Hah!?" secara dia yang salah karena menabrak (logikanya di jalan raya yang maju ke depan, mobil yang depanlah yang jadi korban kalau tabrakan dengan mobil di belakangnya, kecuali aturan jalan raya diubah sehingga semua kendaraan harus berjalan mundur).

"Apaan HAH!??" seru si plontos
"Sudah, kalau mau di kantor polisi aja!" tantangnya kemudian
"YA! boleh!! Ayo sekarang kita ke kantor polisi!" jawab si sopir taksi tidak mau kalah

Keduanya masuk kembali ke dalam mobil. Setelah berjalan beberapa puluh meter, si sopir taksi melihat gelagat si plontos mengambil jalan masuk ke tol dalam kota. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan, tangan kirinya segera meraih kunci untuk membuka ban mobil, kemudian membuka kaca jendela sambil berteriak, "HEH!! Ke kantor polisi!"

Si plontos mungkin saat itu baru menyadari bahwa posisi dia saat tabrakan tadi memang posisi seorang penabrak. Segera ia tancap gas dan masuk ke jalur kanan.. ketika sebuah bunyi keras..
KROMPYANG!
Kunci ban yang dilempar oleh sopir taksi, mengenai bagian belakang mobil (hampir memecahkan kaca bagian belakang), kemudian terpental ke pembatas jalan berumput di sampingnya. Si plontos segera berhenti, lalu dengan tergopoh-gopoh keluar dari mobilnya dan bergegas berlari kecil mendatangi kami, yang berhenti hanya sekitar 10 meter darinya. Sopir taksi sedang asyik menikmati wajah si plontos yang penuh amarah.

Setelah jarak tersebut semakin dekat, 5 meter, 4, 3.. taksi melesat 10 meter lagi.. Sadar tidak bisa mengejar, si plontos berlari kembali ke mobilnya untuk mengambil sesuatu. Sopir taksi menyaksikannya lewat spion sambil terkekeh.. Teman saya yang sudah tidak tahan segera berkata "Pak, kayanya dia polisi deh. Tuh, lagi ngambil pistol.."
Akhirnya taksi kembali melesat diiringi rasa puas si sopir taksi bercampur dengan rasa ngeri kami.

Kami masih dapat menyaksikan dari jauh, wajah dongkol si plontos, berdiri di samping pintu mobilnya, sambil tangan kanannya memegang sesuatu yang baru saja diambil dari mobilnya.. sepertinya memang pistol deh. Setelah beberapa puluh meter, taksi kami tiba-tiba berputar di u-turn..
"Lho, kok balik lagi pak, ini kan jalan ke tempat barusan?"
"Heeuh.. *garuk-garuk rambut* saya nggak ada kunci ban mobil lagi, jadi mau saya ambil dulu"
Duuuh, lain kali kalau mau melempar barang, lempar barang yang ada cadangannya dong..

19 November 2007

Tukang Nyolong di CCTV

Ada tukang nyolong Hp yang kebetulan ciri2nya terekam cctv kantor.
1. Motor datang (dari trotoar samping)
2. Kedua pengendara berhenti
3. Bapak 1 melihat adanya kamera
4. Bapak 1 "sial, ada kamera"
5. Bapak 1 kepada bapak 2 "pinggirin motor, siap tancap gas!"
6. Bapak 1 masuk ke dalam toko, bapak 2 memutarkan motor
7. Bapak 1 (di dalam) bertanya-tanya nggak jelas, motor dalam posisi siap untuk kabur
8. Bapak 2 menyalakan rokok
9. Bapak 2 berjalan-jalan,
10. Bapak 2 "sial, disini toh kameranya" (kemudian berbalik)
11. Bapak 1 keluar toko
12. Bapak 1 masih tetap bertanya-tanya agar perhatian semua orang lengah
13. Bapak 2 ikut keluar
14. Keduanya kabur membawa serta hp rekan saya yang lagi sial

























































Kesimpulan:
1. Kalau ada orang nanya2 nggak jelas dengan tujuan membuat kita bingung, beri saja jawaban nggak jelas juga biar dia yang bingung
2. Amati seluruh gerak-geriknya yang lagi bingung
3. Kalau ada tamu yang parkir dengan posisi "siap kabur", berarti ada yang nggak beres
4. Selalu awasi apa saja barang kita yang ada di meja

14 November 2007

Peta Pikiran Anda

Dahulu saya pernah mencoba mind map (Tony Buzan) waktu kuliah. Sebagian besar memang sangat membantu, karena saya kuliah hukum, dan termasuk ke dalam pembelajar umum-khusus. Maka saya lebih mudah memahami sesuatu jika saya telah mengenal garis besarnya terlebih dahulu.

Kini, setelah empat atau lima tahun, ternyata semakin banyak orang yang menggunakannya. Saya mencobanya kembali untuk pekerjaan saya.. hasilnya, ternyata bisa mencapai 2 halaman penuh hanya dalam waktu setengah jam. Dan semuanya tertata dengan rapi (walaupun belum semua pemikiran saya dituangkan).

Caranya sangat mudah:
1. Tuliskan inti dari pikiran anda di tengah kertas (misalnya: Liburan)

2. Gunakan garis-garis lengkung yang besar dan berwarna (karena lengkung dan warna dapat
merangsang otak) untuk menghubungkannya ke bagian yang lebih kecil (misalnya: Waktu,
kemudian Tempat, kemudian Persiapan..dst)

3. Gunakan selalu satu kata dalam setiap bagian (karena satu kata sudah cukup), gambar,
diagram, ikon, (karena gambar bernilai ribuan kata)

4. Dari bagian yang besar tadi, hubungkan masing-masing bagian besar dengan bagian kecil
yang mencakup hal-hal yang lebih khusus (misalnya Persiapan ke: Kantor, kemudian
Rumah, kemudian Tiket, kemudian Hotel, dst)

5. Setelah gambar ini selesai, anda dapat dengan mudah melihat gambaran keseluruhan pikiran
anda mengenai liburan beserta seluruh hal yang berhubungan dengannya, membacanya,
menambahkannya, dan memastikan tidak ada yang terlewat

6. Untuk menghafal, anda akan lebih mudah menghafalnya karena gambaran ini singkat, penuh
gambar warna dan lengkung, dan otak akan bekerja jauh lebih maksimal dibandingkan dengan
cara yang konvensional: membuat list penuh dengan tulisan. Otak memiliki pola pikir yang
saling berkaitan, sehingga lebih cocok jika catatan anda menyerupai otak, berkaitan satu sama
lain.

Seandainya kita dapat belajar mengenai cara2 belajar yang mudah seperti ini sejak dulu, mungkin kita akan menghabiskan waktu yang sangat singkat, lebih cepat dari 12 tahun (SD, SMP, SMU), meraih gelar S1 sebelum genap 20 tahun mungkin akan menjadi hal biasa di kemudian hari.

Atau baca buku2 Tony Buzan lebih lanjut untuk melihat contoh2 menarik mengenai mind map.
Dan kini saya sedang mulai berpikir untuk mencoba menerapkannya dalam sesi2 brainstorming.

13 November 2007

Jakarta 3 Hari

Ok, pertama-tama, jumat siang tiba di Jakarta. Segera makan di rumah makan dekat xtrans yang enak banget. Booking hotel, kemudian mengunjungi seorang klien di Jakarta yang hendak memastikan pesanan ke-50 trophy untuk sebuah bank nasional berjalan lancar. Waktunya sangat mendesak, namun kami mampu menyelesaikannya. Nama penerima baru diumumkan kepada kami dua hari sebelum deadline. Sip! Nggak masalah..

Ketika hendak berkunjung ke sebuah tempat printing di aneka material, ditangguhkan karena pembangunan jalur busway bikin macet di semua ruas jalan menuju kesana (yang seharusnya hanya 20 menit, bisa memakan waktu hingga satu jam). Kembali ke hotel.

Nonton acaranya Metro yang mengatakan bahwa Jakarta harus segera dibenahi, atau kemacetan akan bertambah parah, dan dalam hati saya merasa penambahan busway toh tidak akan diiringi dengan pemeliharaan bus, jalurnya, dan peningkatan pelayanannya, jadi kok seperti agak percuma?

Malam harinya, berkunjung ke acara ultah Concept magazine yang ke-3. Acara itu diadakan di 9 Clouds, dimeriahkan oleh Maliq d'Essential. Bertemu dengan orang-orang Concept dan Kineto, dan beberapa orang lainnya. Termasuk salah satu pelanggan gubuk dongeng dulu yang kini menjadi copy writer disana. Pulang ke hotel, ngobrol bareng partner saya sampai larut malam, berbagi mimpi.

Esok harinya, setelah sarapan, langsung menuju tempat printing dan ngobrol dengan pemiliknya. Segera menuju pengiriman paket untuk mengirimkan contoh trophy. Pergi ke pameran franchise dengan biaya masuk Rp.50,000,-, padahal hanya sedikit yang menarik. Mungkin selagi bisa tarik dana sebesar mungkin ya? Mampir di Kino, tapi tidak ada buku yang diminati. Pulang ke hotel sambil menyusun rencana setibanya di bandung. Malamnya bermalam minggu.

Minggu pagi, beres2, kemudian melaju menuju salah satu rumah makan chinese food untuk dimsum dengan seorang teman. Setelah itu langsung menuju Xtrans. Tiba di Bandung sore hari, nikmatnya.. dingin dan nggak semacet Jakarta.

16 October 2007

Barbeque di Gusto

Malam ini adalah malam libur terakhir sebelum masuk kerja. Kita semua yang sudah berada di Bandung kumpul di Gusto untuk bbq night. Menunya? Lengkap! Mulai dari kentang goreng, sosis ayam, sosis sapi, daging ayam, daging sapi, gurame, sate sapi, sate ayam.. manisan sinta :p, bintang, cola, sprite, jagung bakar :D

Mengembalikan semangat kerja dan membuat suasana kantor lebih menyenangkan. Karena bekerja adalah bagian hidup yang sangat berarti, dan kantor adalah salah satu bagian keluarga saya ;p

Semoga besok menjadi hari yang penuh semangat untuk kita semua, memulai hari baru di kantor.. semoga kita dapat semakin dekat dengan sasaran yang telah ditentukan. Selamat menikmati malam liburan terakhir, tidur nyenyak untuk mulai berkarya lagi esok hari..

05 October 2007

Akhirnya.. Concept edisi Ulang Tahun Terbit




Pertama kalinya laser cutting untuk kertas diterapkan di cover majalah di Indonesia. Majalah desain grafis Concept mencoba penerapan laser cutting pada cover Concept edisi ulang tahun ketiga. Dibutuhkan tingkat akurasi yang tinggi agar hasil yang didapat maksimal. Karena itu harus ada koordinasi atau pengawasan terhadap percetakan, pemotongan dan kami.

Meleset 0.5 mm di percetakan, kemudian meleset 0.5 mm lagi di pemotongan, maka hasil akhirnya akan bergeser sejauh 1 mm. Jarak yang cukup jauh untuk dapat terlihat melenceng dengan mata telanjang.

Pertama kali bertemu dengan tim Concept, kami hanya membahas berbagai kemungkinan yang dapat dikerjakan dengan bantuan mesin laser. Untung saja, orang-orang yang kami temui sangat antusias serta menggemari hal-hal baru. Kami berusaha untuk menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan agar pemahaman kami sama sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik.

Setelah itu sketsa kasar kami terima, sambil membicarakan berbagai poin penting yang harus dipenuhi untuk naik ke mesin laser. Kami tertarik dengan tema urban yang dibawakan bersamaan dengan ulang tahun ketiga majalah Concept. Terdapat aneka ukiran yang menarik, yang sebelumnya tidak mungkin untuk dibuat. Teknologi laser memungkinkan desain tersebut dapat direalisasikan.

Untung saja tidak muncul masalah yang berarti dalam selama proses desain hingga percobaan naik ke mesin laser. Untuk mempercepat proses pembuatan, maka cover dicetak terlebih dahulu, agar dapat langsung dikerjakan di mesin laser. Dibutuhkan waktu total 20 hari kerja untuk menyelesaikannya.

Terimakasih kepada kesempatan dari Concept bagi kami untuk turut terlibat, dan terimakasih juga kepada seluruh personil yang telah terlibat dalam pembuatan cover ini.

Tertarik dengan laser cutting? Langsung saja kunjungi www.gustosign.com :)

02 October 2007

Busyet Daaah.. Kerjaan Nggak Beres2

Berhubung operator lagi sakit, saya menggantikan kedudukannya untuk benar2 duduk di depan mesin dan mengoperasikannya selama dua hari ini. Akibatnya, busyet daaah.. kerjaan nggak beres2.. padahal angan mimpi dan visi rasanya masih jauuuuh buangeeeet.. tapi rasanya dah lelah xp

Tiap hari pulang malem, untung ada lea dan ipul yang berbaik hati buat ngantor ampe malem, disertai getar2 dawai gitar para OB yang menginap di kantor.. kerjaan nggak beres2!?? Ternyata bukan akhir dari segalanya :D

27 September 2007

Ancaman dengan Surat Pembaca

Orang tua saya bercerita, ada seorang pria yang berbelanja di toko orang tua saya. Ia membeli sticker untuk mobil sepanjang 1.5 meter. Harga per-meter adalah Rp. 65.000,-, harga 1.5 meternya Rp. 97.500,-, yang dibulatkan menjadi Rp. 95.000,-. Setelah ia membayar, ia langsung pulang dengan membawa sticker tersebut.

Tidak lama kemudian, ia menelpon;
Pria: "Saya sudah ukur, ternyata stickernya kurang, seharusnya 1.8 meter, bisa ditukar kan?"
Ortu: "Wah, maaf, tapi nggak bisa"
Pria: "Kok nggak bisa!?? Kan masih bisa dijual ke pembeli lain!??? Atau harganya dipotong!??"
Ortu: "Soalnya kalau pembeli lain belum tentu mau membeli sama persis 1.5 meter, gulungan sticker yang sudah dibawa oleh konsumen juga pasti sudah agak kusut, dan konsumen juga pasti memilih sticker baru yang dipotong langsung dari gulungan"
Pria: "Jadi, nggak ada toleransi buat konsumen dong!??"

Bayangkan keadaan saat itu, panas banget, penuh pelanggan yang antri, dan ortu masih berusaha sabar menjawab: "Maaf, nggak bisa.."
Pria: "Oh, jadi begini ya pelayanan ke konsumen!???"
Ortu: "Iya, untuk mengembalikan sticker memang tidak bisa, maaf"

Pelanggan antri, panas..
Pria: "Kalo begini saya tulis surat pembaca"
Ortu: "Iya, sudah nggak bisa, maaf" *klik* telepon ditutup oleh ortu saya.

Tidak lama kemudian telepon kembali berbunyi
Ortu: "Halo.."
Pria: "Jadi, sticker ini nggak bisa dibalikin ya?"
Ortu: "Iya, maaf, nggak bisa"
Pria: "Ya sudah, saya tulis surat pembaca" *klik* telepon ditutup oleh pria :p

Gimana ini? Jawab saya: biarkan saja, ntar kalau dia menulis surat pembaca, kita kirimkan juga saja balasannya.

Saya akui, pemerintah maupun perusahaan-perusahaan swasta membutuhkan kritik dan saran untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Konsumenpun membutuhkan media untuk mengimbangi perusahaan agar pendapatnya didengar, agar keberadaannya diperhatikan.

Namun dalam hal tertentu, surat pembaca sebagai salah satu media dari sekian banyak media suara konsumen lainnya, tidak dapat dipergunakan dengan semena-mena. Apalagi sebagai salah satu alat untuk melakukan intimidasi di dalam negosiasi transaksi, dimana aturan yang berlaku secara umum adalah barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan. Dan dalam kasus ini , barang tersebut dipesan oleh konsumen secara khusus mengikuti keinginannya (dipotong sepanjang 1.5 meter).

Singkatnya, dengan semakin luasnya kemerdekaan yang diberikan kepada kita untuk menyuarakan pendapat pribadi, media-media tersebut harus digunakan secara lebih bijak untuk kepentingan bersama :)

22 September 2007

Antara F dan P

Kami selalu mengirimkan lembar desain terakhir sebelum diproduksi untuk mendapatkan approval dari client2 kami. Dan kini, kami telah melakukan pengecekan 3 tahap untuk menghindari kesalahan yang dahulu pernah kami perbuat.

Kami mengirimkan lembar desain kepada client yang langsung menyetujui. Namun 2 jam kemudian ia menelpon kembali:

Client: Pak, ini sepertinya huruf P dan bukan huruf F ya?
Kami: Bu, itu huruf F kok. Sudah kami cek dan kami kerjakan.
Client: Oh, baiklah. *ragu2, kemudian menutup telpon*

Seharian itu, ia menelpon hampir sepuluh kali untuk menanyakan hal yang sama dan terus menerus meragukan huruf F yang menurutnya terlihat seperti huruf P. Hingga pukul 23.00 ia masih terus menanyakan hal yang sama, melalui SMS.

Ternyata di dalam lembar yang kami kirimkan, huruf P belum diganti, sedangkan lembar yang kami miliki sebagai acuan untuk produksi, huruf P sudah kami ganti dengan F.
Maaf bu, kejadian ini tidak akan terulang lagi :D

21 September 2007

Ouch!!! 2

Pelanggan datang, untuk membuat sebuah neon box acrylic (yang rentan dan mudah retak atau pecah) yang agak rumit. Kita hitung, dan memberikan harga murah. Dia mengirimkan file berwarna, dan kita ikuti semua petunjuknya dengan benar. Neon box yang seharusnya selesai dalam waktu lebih dari 2 minggu, kami selesaikan dalam waktu kurang dari 5 hari.

Selesai? Tidak. Dia kecewa karena ada bagian yang berwarna magenta, dan minta diubah ke warna merah. Kami menunjukkan file yang ia kirimkan, ia terdiam, dan hanya bilang
"Tapi ini harusnya merah, kalau nggak mau, client saya mundur"
Saya pikir, so what gitu loh, kesalahan bukan di tangan saya, tapi kami berbaik hati,
"Kalau mau diperbaiki (resiko kurang lebih 20%), kami kenakan charge lagi"
Dia bilang, "lho, kok dikenakan charge!??"
"Karena ini bukan kesalahan kami, sehingga kami anggap perubahan"
"Ya sudah, ntar saya yang tanggung, (ya iyalah.. siapa lagi yang nanggung kalau bukan dia!??) ntar saya kabarin lagi!" (secara dia butuh malam itu juga, padahal sudah jam 3 sore)

Jam 4 sore telpon berdering.. kring kring
"Halo.. bla bla"
"bla bla"

intinya, dia minta kita merubah 30% dari seluruh sign tersebut, yang mana tidak mungkin karena:
1. Perubahan seperti itu beresiko sangat besar
2. Perubahan di atas 10% lebih baik membuat yang baru
3. Lem acrylic yang kami gunakan sangat kuat, sehingga tidak semudah mencabut pasang blok LEGO.. anda tahu LEGO, ah sudahlah..
4. Charge yang kami kenakan sangat murah
5. Bagian produksi yang cuma senyum2 ketika diminta pendapatnya untuk membongka pasang lem tersebut
6. Kesalahan 100% ada di pihak client

"Bapak, karena kami sulit untuk mengubahnya, kami kenakan ... ribu rupiah.."
"HAH!?? Kok bayar lagi!???" (ya Tuhan.. cape deeeh)
Kami memberikan penjelasan lagi dari awal..

Bapak kirim gambar kepada kami?
Bapak sudah menyetujui warna kami?
Bapak yakin tidak setuju dengan ide kami? (dia menolak penggunaan sticker yang jelas akan sangat mempermudah penggantian warna dalam bentuk apapun)
Bapak setuju untuk langsung memesan sign ini?
Semuanya dijawab YA

Akhirnya karena resiko mengubah sangat besar, kami putuskan untuk menolak mengubahnya, jadi kali ini kami bilang TIDAK BISA. Leganya..

20 September 2007

Pengenalan Signage 1

Dahulu, keberadaan signage atau sign system berfungsi hanya sebatas sebagai alat untuk menyampaikan beragam informasi. Namun kini, sign yang baik adalah sign yang dapat berperan aktif menyampaikan tidak hanya sebatas informasi semata, namun juga citra dari pemilik sign tersebut.

Kumpulan sign yang memiliki informasi terpadu seringkali disebut sebagai sign system. Untuk membuat sign system yang baik, maka Anda harus memperhatikan hal-hal berikut:
- Pemilihan jenis dan ukuran font
Agar mudah untuk dibaca dan dipahami, tergantung dari arus orang yang melewatinya,
apakah dalam keadaan santai (kebun binatang, mall), terburu-buru (bandara, stasiun),
sangat cepat (jalan raya, jalan tol).
- Layout/tata letak
Walaupun berfungsi untuk menyampaikan informasi, namun tetap harus menarik untuk
dilihat dan tidak terlalu padat sehingga mudah dibaca dan dipahami.
- Pemilihan warna
Untuk menarik perhatian, karena sign, terutama yang berhubungan dengan keadaan darurat
maupun keselamatan (safety signs) harus dapat ditemukan dengan mudah.
- Pemilihan ukuran dan bentuk
Bentuk dan ukuran sign sitentukan dari lingkungan sign tersebut akan ditempatkan. Bentuk
yang menarik dan tegas akan dapat dengan cepat dipisahkan dari beragam unsur lain yang
dapat menganggu kapabilitas sign untuk tetap menonjol.
- Pemilihan bahan
Bahan yang tepat dibutuhkan agar sign tersebut mudah dibaca (tidak menggunakan
bahan-bahan yang terlalu memantulkan cahaya) dan tahan lama jika diletakkan diluar
ruangan. Terkadang, pemilihan bahan juga ditentukan oleh kemudahan untuk
membersihkannya.
- Penempatan sign
Sign harus dapat ditemukan dengan mudah agar meningkatkan efektifitas arus orang yang
mencari informasi.

Untuk menentukan desain yang tepat, maka Anda juga perlu memperhatikan:
- tujuan dari sign
- lingkungan tempat sign tersebut diletakkan
- latar belakang dan usia pembaca sign secara umum

Desain sign system memegang peranan yang penting karena sign harus dapat cepat dan mudah terlihat, mudah dipahami, dan dapat menuntun orang agar dapat dengan cepat menemukan apa yang dicari olehnya.

08 September 2007

Gorengan di Sore Hari

Sore hari di kantor biasanya merupakan saat yang paling menyenangkan. Kenapa? Ada beberapa poin yang saling berkaitan:
1. Udara sudah jauh lebih sejuk, apalagi kalau tau2 hujan.. nyaman banget
2. Waktunya buat ngopi atau bikin teh
3. Bisa lebih berkonsentrasi di sore hari
4. Masa-masa kantuk menyerang setelah makan siang sudah terlewati
5. Dering suara telpon yang bikin stress sudah berkurang
6. Proses produksi biasanya sudah selesai
7. Bisa memutar MP3 untuk menemani bekerja
8. Sore hari matahari sudah tidak menyilaukan lagi
9. Beli gorengan panas dan bisa makan gorengan sambil mikir
10. Sebentar lagi, jam makan malam, waktunya pulang :)

05 September 2007

Lembur Teruuus..

Pembuatan laser pada cover majalah ternyata tidak berjalan lancar.. jadilah dalam semingguan ini lembur terus. Penerapan shift kedua bahkan ketiga terpaksa dilakukan untuk mengejar target. Dua hari ini tubuh masih merasa sehat walau bekerja lebih dari 12 jam sehari. Tapi nggak tau nih kalau dihantam seminggu penuh.

Lebaran sudah dekat, banyak perusahaan atau pusat perbelanjaan maupun perkantoran yang baru buka, atau membenahi suasana, melakukan perombakan-perombakan. Akibatnya di workshop kami, kerjaan menumpuk setiap hari. Ada banyak pesanan huruf timbul dari acrylic yang dibuat dengan laser untuk dua buah mall besar di jakarta, pesanan slim light dalam jumlah besar untuk di dalam kota, pesanan dari salah satu rumah desain di jakarta, pesanan signage dengan desain yang menarik untuk di jakarta, dan terakhir, beberapa pesanan trophy, pesanan potongan acrylic yang cukup banyak dari luar pulau. Itu pekerjaan untuk besok :)

Tidak banyak masalah yang mengganggu, produksi berjalan cukup lancar, hanya saja kita memang agak minim orang apabila kerjaan lagi menumpuk, sehingga setiap karyawan harus bekerja keras lebih dari biasanya. Cuaca agak buruk, dan saya khawatir akan ada yang jatuh sakit. Para staff sedang sibuk merancang program pelatihan untuk setiap divisi. Semua sibuk! :p

Di tengah-tengah kesibukan kantor, ada dua hal yang sangat menghibur; yaitu waktu yang berjalan tanpa terasa, dan produk yang kami hasilkan benar-benar memuaskan! :D

Great team and great jobs!
Thanks buat semuanya yang sudah bersusah-payah.. tanpa kalian, semuanya nggak akan berjalan.