Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

24 April 2008

Mengenyahkan sebagai Jalan Singkat

Kemarin seorang teman bercerita tentang rekan kerjanya yang menyebalkan. Awalnya teman ini menergur bawahannya yang kinerjanya menurun, tidak lama kemudian, bawahannya ini meminta gaji di awal, yang jelas-jelas langsung ia tolak.

"Trus di saat gw lagi stres karena banyaknya kerjaan, dia seenaknya nelpon.."
Rekan, "Kamu minta saya memperhatikan kerjaan, tapi kita yang kerja nggak pernah diperhatikan"
Teman, "Tunggu tunggu.. masalah apa ni?"
Rekan, "Dispenser yang rusak nggak pernah dibenerin.."
Teman, "Itu aja?"
Rekan, "Iya.."
*Teman langsung menutup telepon* "tuuut.. tuuut.."

Memang mengenyahkan sesuatu itu jauh lebih mudah. Anda tidak suka, enyahkan seketika. Memang itu pula yang banyak dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita. Nggak suka dengan pendapat orangn lain, bredel! nggak suka dengan iman orang lain, bakar! nggak suka dengan kritik orang lain, bunuh! nggak suka dengan pemikiran orang lain, tahan! nggak suka dengan perubahan beserta segala konsekuensinya, larang!

Akan tetapi hal itu memang nggak akan pernah menyelesaikan masalah. Menutup telepon adalah langkah yang akan diambil oleh sebagian besar orang untuk mengenyahkan apa yang tidak ia sukai. Tetapi memang dibutuhkan kesiapan mental yang jauh melebihi rata-rata orang untuk terus mencari jalan keluarnya, tanpa emosi.

Setelah sedikit obrolan malam itu, ia memutuskan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan sampai ke akar-akarnya. Dan memang itulah yang selayaknya selalu kita coba untuk lakukan.. menghadapinya terus menerus, toh sepanjang hidup, masalah memang tidak akan pernah berakhir..

23 April 2008

KITA!! Project di Selasar Sunaryo

Bareng boit n trie, kemaren kita pergi ke selasar sunaryo untuk melihat pameran KITA!! Project Japanese Artist Meet Indonesia. Dalam acara ini The Japan Foundation mendatangkan lebih dari 50 seniman Jepang untuk menyambut 50 tahun hubungan jepang-indonesia. Keren.. sayang nggak sempat untuk ikut acara pembukaannya yang juga keren banget.

Setelah melakukan survei, ke 52 seniman itu diminta untuk memilih kota mana diantara jakarta, bandung dan jogjakarta untuk ditinggali selama beberapa pekan. Mereka akan tinggal dan kemudian menyerap budaya indonesia serta berkolaborasi menciptakan karya di indonesia.

Ada enam seniman yang memilih bandung, yaitu Ujino Muneteru (installation), Oishi Akinori (media art), Tochka (video), Hachiya Kazuhiko (media art), paramodel (installation), Matsumoto Chikara (video installation). Dengan beragamnya media yang digunakan, rasanya puas juga atas kunjungan kali ini.

Hanya saja agak heran, untuk acara sebesar ini, katalog berisi profil dan kegiatan mereka harus dibeli dengan harga RP. 10,000,- ??? Yang bener aja.. bukan nggak mampu bayarnya, tapi katalog gitu loh..

Pulangnya sambil masih terkagum-kagum dengan perut keroncongan, mampir ke fashion pasta di atas selasar. Enak juga, walau porsi tidak memuaskan :p dan pulangnya, ketika sedang merencanakan makan malam yang lebih memuaskan, acara makan tertunda akibat hal yang menyebalkan.

Karya evan omuniuum yang disertakan di acara arsitek unpar, ternyata tidak diperlakukan dengan baik , rusak, hilang! (juga beberapa karya lainnya, ada drawing, ada lukisan, maket, studi dari universitas-universitas ternama lainnya..) ditumpuk begitu saja oleh panitia yang lagi asyik menikmati acara penutupan.. ga tau deh apa jadinya kalau ada lukisan bernilai puluhan juta yang lecet atau hilang :p Sepertinya mereka memang nggak mengerti cara memperlakukan karya deh.

31 March 2008

Pemogokan Angkot?

Jujur saja, pemogokan angkot pada hari Rabu, 27 Maret 2008 membuat saya senang. Terlepas dari adanya puluhan ribu penumpang terlantar akibat pemogokan, kesulitan untuk pergi ke sekolah atau ke tempat kerja, saya tetap tidak bisa menyembunyikan kegembiraan saya.

Bagaimana tidak? Teori saya selama ini benar, bandung sebenarnya masih memiliki ruas jalan yang sangat memadai. Dan kemacetan disana sini yang selama ini seringkali membuat kesal, sebagian besar diakibatkan oleh angkot dan penumpang yang terlalu manja dan tidak disiplin. Buktinya, ketika angkot tidak beroperasi mulai dari pagi hari sampai jam 16.00 (sopir angkot juga manusia, nggak mungkin nggak makan.. jadi pengaturan jam mogoknya masuk akal juga).

Jangan salah, saya tidak benci dengan sistem transportasi umum bernama angkot, hanya saja disiplin diantara mereka sudah tak ada. Belum lagi dengan disiplin penumpangnya yang ingin naik dan berhenti dimana saja hati mereka senang.

Dulu waktu SD saya pergi ke sekolah dengan angkutan siswa, 20,000 sebulan, saya dijemput dan diantar pulang setiap harinya. SMP saya menggunakan angkot, dan SMU saya jalan kaki (jarak ke sekolah hanya sekitar 2 km) sambil sesekali menggunakan angkot.

Jadi, saya melihat sendiri bagaimana penumpang menghentikan angkot seenaknya. Seharusnya mereka berjalan kaki sedikit ke stasiun, atau kalau memang jaraknya tidak terlalu jauh, berjalan kaki. Tapi itulah manjanya penumpang.. mereka tidak perduli bahwa ada rambu dilarang berhenti, mereka tidak perduli dengan angkutan lain yang disusahkan hanya karena mereka malas berjalan beberapa puluh meter lagi.

10 tahun dibiarkan, angkot telah memakan banyak ruas jalan yang seharusnya lancar, mereka berhenti seenaknya, nyetir sambil menghitung uang, jalan di sisi kiri perlahan-lahan, tapi nggak pernah suka jika di depan mereka ada kendaraan lain yang berjalan perlahan, belok kanan-kiri tanpa lampu sein (dan seringkali tanpa melihat kaca spion!), ngetem untuk melayani penumpang2 yang manja.. (misalnya perempatan dago-merdeka) padahal calon penumpang bisa menyeberang terlebih dahulu ke depan planet dago untuk naik disana, tapi kecenderungan di bandung, mereka ingin angkot berhenti tepat di depan mata.. ya akhirnya angkot mulai ngetem tak terkendali karena pemerintah daerah tidak mendapatkan keuntungan berarti dengan mengurus itu semua.. nggak ada duitnya :p

Pertanyaan yang sering muncul kalau lagi terjebat macet, kapan ya angkot2 di bandung mogok lagi? jalan terasa luas, tidak ada hambatan, tidak banyak suara klakson yang menyebalkan..

05 December 2007

Perbaikan yang Menyebalkan

Bandung lagi digali-gali, terutama jalan-jalan utama di daerah Bandung Selatan. Sangat menyebalkan karena memakan waktu hingga lebih dari 1 bulan! Gimana nggak meradang, jalan-jalan raya yang seharusnya lancar menjadi macet karena hanya tersedia satu jalur untuk dilewati.

Belum lagi ada sebagian jalan raya yang ikut digali, posisinya tepat di perempatan.. Seluruh mobil yang seharusnya bisa langsung belok kiri menjadi terhalang, belum lagi banyak motor dan becak, pedangan kaki lima, pejalan kaki, yang turut tumpah ruah ke jalan raya karena di trotoar dan sekitarnya tertimbun banyak tanah.

Belum lagi satu galian belum dibereskan dan ditutup, galian lain sudah dibongkar, gali teruuus.. ceceran tanah kemana-mana sehingga ruas-ruas jalan menjadi kotor, lengket di musim hujan, dan berdebu di musim panas.

Apakah nggak mungkin kalau pekerjaan-pekerjaan umum seperti ini dikoordinir dengan lebih baik lagi? Malam bongkar, pagi beres, kan pemegang sahamnya masyarakat juga.. pembayar pajaknya? Ya, harus dilayani juga kan? :)

Belum lagi tambalan asal-asalan di seluruh jalan raya di Bandung mulai mengelupas satu demi satu akibat dilewati oleh kendaraan tanpa aturan bobot kendaraan dan guyuran hujan. Belum lagi air mulai meluap, belum lagi rencana pembangunan di kawasan-kawasan tadah hujan dago dan ciumbuleuit, belum lagi semakin menjadi-jadinya preman-preman berseragam yang petantang petenteng merasa dirinya jagoan, belum lagi..

nah loh.. beban sebegini besarnya, masih saja ada yang berminat menjadi kepala-kepala pemerintah daerah? Kok masih pada mau ya? :D

13 November 2007

Hari Pahlawan 11 November

Ups, terlambat! Nggak apalah..

Sewaktu sedang tidak sengaja menonton tv, saya melihat seorang tokoh yang sedang berbicara. Beliau mengatakan tentang kesedihannya terhadap semangat kepahlawanan yang sudah memudar, saya hanya tertawa.. lucu juga

Apakah hari Pahlawan sudah pudar maknanya? Menurut saya memang sudah saatnya.
Kita sudah merdeka, dan hari Pahlawan harus tetap kita kenang sebagai salah satu momen bersejarah.

Apakah kemudian para pahlawan ini menghilang? Tidak. Setelah Indonesia merdeka, mereka pulang ke rumahnya masing-masing, namun masih tetap giat membangun daerahnya. Dan kini mereka tetap ada dimana-mana, sangat banyak. Hidup sebagai orang biasa, berjuang untuk keluarganya, anak-anaknya, lingkungannya, dan pada akhirnya Indonesia.

Semangat yang seharusnya dibangun terus adalah semangat pembangunan. Yang ikhlas, bukan semangat kepahlawanan jaman dulu lagi.. masa perang sudah lewat, yang sekarang dikejar adalah pemberantasan kemiskinan, perjuangan ham dan kesetaraan, demokrasi, kolaborasi global dalam memajukan ekonomi sosial politik hukum seni dan budaya. Nah lho.. dalam konteks yang sedemikian berbeda, semangatnya pun sudah berbeda kan?

Beliau bertanya apakah semangat Bung Karno telah hilang dalam membela kepentingan rakyat jelata? Ya. Lihat saja, mereka yang sukses, banyak berbalut kedekatan dengan para penguasa. Apakah beliau lupa bahwa kedekatan beliau dengan penguasa juga menjadi salah satu faktor utama ia bisa berada dalam kemakmurannya kini? ck ck ck begitu mudah orang lupa.

Bagaimana mau membela kalau orang-orang seusia beliau, yang sempat menikmati masa2 orde lama dan baru, dengan semangat yang sudah memudar, dan sebenarnya sudah saatnya turun takhta, masih saja tetap berkuasa? Kalau beliau mau mencoba menengok kanan kirinya, sesama penguasa, ya jelas lah kalau beliau tidak akan menemukan para pahlawan.. nyari pahlawan kok di tempat yang salah!???

Cobalah untuk masuk lebih dekat ke dalam kehidupan bangsa ini dalam kesehariannya, beliau akan menemukan bahwa hampir semua orang adalah pahlawan! Mereka yang berkeringat, kotor, dekil, bertahan hidup, dengan cara yang halal, mempertahankan apa yang dicintainya dengan segenap kemampuan. Apalagi generasi mudanya, dengan segudang prestasi yang tidak kalah dengan para pahlawan dulu. Lihat lebih dekat!! Jangan melalui rombongan mobil mewah diiringi dengan sirine pembuka jalan jalan yang meraung nggak jelas..

Meminjam iklan salah satu iklan rokok kretek.. orang muda dengan semangatnya yang masih membara, dengan visi misi nya yang menjulang tinggi, keikhlasan yang tak berbanding, dan ada dimanapun, memang belum saat nya berbicara.

Banyak langkah yang dapat membuat Indonesia menjadi semakin baik dalam waktu singkat, seandainya orang2 itu memiliki kesempatan. Sayang mereka semua tidak pernah diberi kesempatan itu. Hehe.. keadaan yang satir dan penuh getir, kita tertawakan saja bersama dalam acara republik mimpi, dan semoga para pahlawan yang telah gugur dapat dengan tenang beristirahat, memaklumi orang-orang yang dengan mudah terlena setelah berkuasa :)

07 November 2007

ID Restricted

Nyebelin banget kalau ada gangguan telepon di waktu jam kerja dengan nomor ID Restricted. Penawaran asuransi inilah, pinjaman dengan bunga rendah lah.. jadi, siapapun yang menelpon dengan ID Restricted, tolak aja langsung. Bukan cara yang tepat untuk berjualan.. di saat jam kantor pula!!

Ada dua nama bank yang sering disebut-sebut saat mereka mengajukan penawaran2, dan jujur saja, bete banget itu bank.. kalau minta informasi, sedetail mungkin, tapi informasi yang sangat penting tersebut sama sekali tidak dijaga dengan benar. Suatu saat nanti saya rasa mereka akan menerima getahnya.

batin 1: "kan mereka juga kerja, mereka juga punya perasaan.."
batin 2: "konsumen juga punya perasaan.. jadi kalo nggak cocok, pindah kerja aja.. cara kerja itu kan cara yang usang, tinggalin aja, banyak kok pekerjaan yang jauh lebih menyenangkan"

batin 1: "mereka juga sering kena marah, di reject berulang kali.."
batin 2: "nah kan, nunggu apa lagi buat keluar?"

06 November 2007

Kematian Surat Kabar

Jika anda merupakan orang yang suka membaca, selamat! Karena kegemaran membaca yang dipupuk sejak dini mampu untuk meningkatkan kreativitas, karena kita mencerna, menyusun, dan menyimpan informasi bersamaan dengan menghayati. Dan hal tersebut merangsang otak untuk blah blah..

Jika anda tidak suka membaca, selamat! Karena kini teknologi telah banyak memberikan sumbangan bagi kita yang selalu haus akan informasi, sehingga kita lebih mudah dalam mencari dan menyaring informasi yang dibutuhkan, dengan beragam cara yang sangat menyenangkan. Informasi bisa didapatkan melalui aneka CD interaktif, website2 yang menarik, untuk penggemar fiksi, anda dapat mengikutinya melalui judul2 graphic novel yang terus bertambah, dst.

Banyak informasi gratis yang terdapat di internet. Kini, berlangganan internet sudah bukan hal yang mahal. 10 tahun yang lalu, untuk mendapatkan koneksi internet yang lambat namun unlimited anda harus merogoh saku anda hingga 2 juta rupiah perbulan. Kini, dengan koneksi yang semakin cepat, anda hanya harus menyisihkan 150 ribu rupiah perbulan, unlimited sekitar 300 ribu rupiah. Dan akan terus bertambah murah.

Perubahan teknologi dan perkembangan penerapannya terus akan berubah. Perubahan ini akan berdampak pada perubahan budaya lisan ke tulisan, tulisan ke visual, dan akhirnya multimedia. Hal ini akan membawa imbas terhadap perkembangan seluruh media cetak di Indonesia, tanpa pandang bulu terhadap skala perusahaannya.

Generasi saya adalah generasi pembaca surat kabar. Saya masih ingat, ketika saya masih kecil, di waktu senggang sambil menjaga toko, ayah saya selalu membaca surat kabar. Namun kini, saya merasakan bahwa mengeluarkan uang sebesar 40 ribu rupiah perbulan untuk berlangganan koran adalah hal yang kurang menguntungkan. Apalagi bagi generasi di bawah kita yang akan hidup bersama komputer sejak usia dini.

Surat kabar mungkin dapat berusaha dengan berbagai cara untuk menaikkan oplahnya, karena mereka hidup dari iklan dan pembaca. Karena itu, walaupun mereka memiliki website masing2, terkadang mereka mengunci berita2 di masa lalu, atau hanya dapat membukanya jika mendaftar dengan membayar, atau bahkan dengan mematikan server di waktu2 tertentu agar orang tetap membeli versi cetaknya :)

Banyak media yang telah mencoba meramalkan kematian dari surat kabar. Namun hingga kini masih banyak yang bertahan, dan terus hidup. Pikiran yang terus mengganggu saya adalah; bagi mereka yang tidak bersiap-siap menghadapi masa depan, apakah mereka semua sudah siap dengan konsekuensi kehilangan pelanggan dalam jumlah besar? Dan bagaimana cara mereka akan bertahan hidup nanti?

Dengan perkembangan teknologi yang akan terus menerus merubah budaya dan cara kita melakukan sesuatu, maka menurut saya, sudah saatnya untuk berpikir akan langkah selanjutnya, bukan bertahan dengan cara yang kita dapatkan karena hidup dalam generasi sebelumnya.

Sejarah selalu mencatat para pemenang, yang mungkin akan menjadi pecundang dalam kurun waktu tertentu, karena cepat merasa puas diri dan mencoba untuk terus bertahan dengan status quo. Dan daftar yang mencatat kematian perusahaan media cetak di dunia masih terus bertambah panjang.

21 October 2007

Lihatlah Tubuhmu

Ketika sedang waktu istirahat di kantor, saya tiba2 berpikir tentang berat tubuh. Dulu, ketika masih SMU, naik transportasi umum, dan jarang berada di satu tempat untuk waktu yang lama, berat tubuh saya hanya 59 kg. Kini, setelah bekerja, makan dan tidur cukup, bepergian dengan kendaraan pribadi, berat tubuh saya di atas 75 kg.

Di saat pertumbuhan tubuh terhenti dan mulai menua, ternyata nafsu makan malah bertambah terus. Plus, olah raga berkurang. Perut yang tadinya rata kini berlipat tiga :D

Untungnya saya tidak terlampau terobsesi dengan bentuk tubuh ideal. Tapi tetap saja menginginkan perut yang tidak terlalu buncit :)

08 October 2007

Bapak-bapak yang Aneeeh..

Hari Minggu kemarin kebetulan ada pekerjaan mendesak yang harus dikerjakan karena client kami membutuhkannya untuk sampai di Jakarta pada hari senin sore. Saya mampir di kantor untuk mengawasi jalannya pekerjaan. Ketika sampai di jalan masuk, ada mobil yang menghalangi. Nggak nanggung2, 3 mobil menutup seluruh jalan masuk. mobil kiri dan kanan memang tidak terlalu menghalangi jalan, lagipula mereka adalah tetangga kiri dan kanan saya.

Tapi mobil yang parkir di tengah benar2 menghalangi jalan masuk. Karenanya, saya meminta tukang parkir agar mencarikan pemilik mobil tersebut. Keadaan jalan masuk mobil memang kerap terhalang akibat orang2 yang tinggal di dalam gang seringkali memarkir kendaraannya tepat di hadapan pintu masuk. Dan biasanya saya berusaha untuk maklum selama orang yang memarkirnya juga menyadari kesalahannya dan memberikan jalan masuk.

Namun kali ini berbeda, orang yang keluar seorang bapak-bapak berusia sekitar 50 tahun. Dengan wajah cemberut, ia menghampiri mobil. Saya yang sedang berusaha tersenyum jadi mengurungkan niat. Ia segera masuk ke dalam mobilnya, kemudian segera keluar dari tempatnya, setelah itu, saya langsung membelokkan mobil untuk naik ke trotoar. Ketika saya baru saja hendak turun untuk membuka pagar, bapak-bapak itu segera mundur, mepet dengan mobil saya, berharap untuk segera parkir di tempatnya semula, kembali menutupi jalan masuk, tanpa memberikan kesempatan kepada saya untuk memasukkan mobil saya ke dalam garasi, padahal badan mobil saya masih berada di jalan sebagian, sehingga posisi mobil dia pun berada di tengah badan jalan.


Kebetulan bandung panas, macet, dan sepanjang jalan saya sudah berusaha menahan diri terhadap angkot2 dan motor2 yang semena-mena. Saya langsung naik darah, maksudnya apa ya??? Peb yang ikut bersama saya, melihat muka saya yang menahan gondok, memutuskan untuk turun mobil mendahului saya. Setelah ia turun dan berbincang sejenak, Peb berbalik dan melihat ke arah saya sambil tersenyum.

Saya langsung turun dan menanyakan kepada bapak tersebut, "Maaf, ada apa ya pak?"
Bapak yang Mengesalkan (BYM): "Ini kan jalan umum!??"
Saya yang Sabar (SYS): "Iya.. betul, tapi kan bapak menghalangi jalan masuk.."
BYM: "Saya tuh warga belakang?"
SYS: (Pengen bilang so what gitu loh, cuma saya kesampingkan) "Tapi bapak menghalangi jalan masuk.. kalau saya mau keluar bagaimana?"
BYM: "Ya, kan tinggal panggil saya saja!!"
Emang yang saya lakukan apa!??? Saya kan sudah memanggil dia melalui tukang parkir..??

SYS: "Trus mau bapak apa? Jangan marah2 gitu dong!!" *nada tinggi dalam suara saya sudah mulai naik*
BYM: "Saya nggak marah! Saya kesel tau!! Saya tahu dulu ini dulunya selokan! Saya bisa gugat kamu tau!!"
Kemudian dia memutus pembicaraan dan langsung menginjak gas, kemudian parkir sekitar 20 meter dari depan pintu masuk.

Ada beberapa hal yang mengesalkan:
1. Ia menghalangi jalan masuk
2. Ia yang marah ketika seharusnya saya yang marah
3. Ia langsung menempati posisi semula padahal badan mobil saya masih nongol ke jalan dan hampir menyerempet mobil saya atau dibuat seakan-akan mau menyerempet mobil saya
4. Ia marah kepada Peb yang berusaha beramah tamah dengan orang yang nggak sepantasnya diramahi
5. Ia berbicara dengan saya dengan nada yang meninggi tanpa menatap mata saya
6. Ia ingin menggugat saya
7. Ia memutus pembicaraan seenaknya padahal ia yang memulainya
8. Ketika saya sedang sibuk membuka pintu dan tidak melihatnya lagi, ia masih saja ngomong kepada Peb bahwa ia akan menggugat saya, untung saya tidak melihatnya
9. Dia jauh lebih tua daripada saya, dan seharusnya bisa menunjukkan bahwa sesuai dengan usianya, sudah seharusnya dan sepantasnya ia bersikap jauh lebih bijak

Dan untuk masalah gugatan, silahkan, toh saya penyewa, jadi hubungan saya dengan pemilik hanya sebatas sewa tempat, kalau ada gugatan ke saya mengenai bangunan ya salah alamat. Kalau dia menggugat pemilik, masih juga salah alamat karena pemilik mengantungi semua ijin yang diperlukan. Jadi, yang seharusnya dia gugat ya pemerintah, itupun beberapa hari setelah ijin dikeluarkan oleh pemerintah.

Pengen banget saya menjelaskan bahwa setelah belajar hukum 7 tahun, saya tahu bahwa untuk melayangkan gugatan itu tidak mudah, kalau tidak bisa2 malah kandas di tengah jalan.. sayang bapak yang mengesalkan itu terlanjur pergi.. :p

07 October 2007

Kehebatan Produk RRC

Mengerikan! Itu hal pertama yang saya bayangkan ketika mengetahui bahwa Indonesia terkena krisis moneter. Setelah itu terjadi gejolak politik tanpa henti, KKN yang jalan terus hingga sekarang, hingga terpuruknya Indonesia dalam pengadaan kebutuhan2 pokok hingga pendidikan.

Pelayanan publik yang juga tidak bertambah baik, Anda dapat datang ke kantor2 pemerintahan, dan hasil yang akan Anda dapatkan sama saja, siang hari sudah banyak yang tidak berada di tempat, dan data2 apapun yang ingin Anda lihat (dan sebenarnya terbuka untuk dilihat oleh masyarakat, akan sulit didapatkan, jadi ingin tertawa mendengar slogan 'bayar pajaknya, awasi penggunaannya', gimana caranya masyarakat mengawasi kalau terus menerus dibuat lebih bodoh dari sistem!??).

Sebagian besar guru2 dan anak2 didik yang ada di Indonesia tidak mendapatkan pendidikan dan penghargaan yang semestinya. Media massa yang kritis (misalnya tempo atau time) akhirnya toh selalu kalah di pengadilan. Internet yang seharusnya sangat murah, ternyata menjadi sangat mahal di Indonesia (lihat saja negara2 tetangga kita seperti malaysia, filipina, thailand, india, yang terus maju meninggalkan Indonesia).

Dan saat itu pula Cina menjadi sebuah negara adidaya. Yap! Mirip dengan Jepang di masa lampau ketika baru terbangun dari kejatuhannya setelah kekalahan Jepang dalam PDII. Produk Jepang kala itu dinilai sangat jelek, sehingga barang 'made in japan' hanya menjadi tertawaan di tahun 1960-an. Namun kini? Jepang telah melesat jauh dan tulisan tersebut berarti jaminan mutu. Dan Cina? Hanya tinggal menunggu waktu saja.

Mereka memiliki pengalaman di dalam berbagai hal, mereka memiliki banyak bahan cadangan tambang, mereka memiliki benyak tenaga kerja. Dari tahun ke tahun semakin banyak lulusan luar yang kembali ke Cina untuk bekerja di sana. Semakin banyak pula perusahaan2 dunia yang membuka pabriknya di Cina. Alih teknologi berhasil didapatkan melalui negosiasi antara pemerintah dengan perusahaan2 berteknologi tinggi.

Memang harga murah China yang menurut banyak artikel di business week atau time merupakan hasil pemerasan tenaga buruh yang tidak adil, tempat2 kerja yang berbahaya dan tidak ramah lingkungan, campur tangan pemerintah yang tidak adil, dll. Namun hal2 tersebut tetap saja tidak dapat memberikan dampak besar dalam dunia usaha.

Bahkan kabar mengenai ketidak mampuan pemerintah Cina untuk mengawasi penggunaan zat2 berbahaya yang mereka gunakan dalam aneka produk mereka (dalam makanan ternak, makanan orang,produk sehari-hari, obat2an, hingga bakpao kardus, dan telur palsu) sekalipun hanya akan memberikan kesempatan sedikit untuk bernafas lega (banyak produsen Eropa yang mencantumkan 'tidak menggunakan bahan dari cina' sebagai salah satu upaya mengambil kesempatan emas ini).

Sekarang mungkin kita dapat tertawa mendengar 'made in china', dimana tulisan tersebut hanya menjadi tanda untuk barang murah saja namun bukan merupakan jaminan mutu. Namun saya khawatir, hanya dengan tertawa saja tidak cukup. Kita masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara2 lain yang sedang berupaya untuk tetap dapat bertahan di masa depan.

Apa yang harus dipersiapkan Indonesia adalah munculnya kesadaran untuk berupaya sekuat mungkin untuk membangun bangsa ini dari berbagai lapisan masyarakat, dengan sungguh2 dan didasarkan pada nilai2 Pancasila (ciee.. tapi bener!) sehingga kita masih sanggup bersaing 5 atau 10 tahun lagi, dan tidak hanya menjadi konsumen dan penonton semata.

01 October 2007

Tukang Sate Penuh Muslihat

Pernah makan sate sapi? Itu lho, yang biasanya dipanggul oleh mbok-mbok, dan bisa ditemukan di pinggir jalan, atau tempat-tempat dimana para penjaja jajanan pasar berkumpul. Nah, hari minggu malam saya dan Peb ingin membeli martabak jagung (manis asin, enak!) di depan pasar Andir. Di tengah perjalanan, saya merasa lapar dan bingung mau makan dimana. Apakah di Cibadak, di Pascal, atau di Kelenteng.

Ketika parkir di tempat jualan martabak, saya melihat penjual sate sapi. Kakek-kakek tua penuh keriput yang mudah membuat iba. Ia hanya duduk di sepotong kayu kecil yang dirakit seadanya menjadi kursi, diapit oleh dua buah bakul dengan galahnya, dan tempat arang untuk membakar sate. Dengan penuh konsentrasi di tengah kebisingan kendaraan dan hiruk pikuk pejalan kaki, berusaha menghitung sisa sate yang masih harus dijualnya malam itu. Giginya tampak kekuningan dan ompong di beberapa tempat. Senyum tulus yang menghiasi wajahnya, menyapu matanya hingga menghilang.

Saya berkata pada Peb, mungkin kita makan saja disitu, sambil menunggu martabak pesanan kami selesai. Peb setuju, kami turun untuk memesan martabak. Pemilik martabak Andir menyapa kami ramah, saya mencoba berbasa-basi,
"Malam om, pesan martabak, setengah campur, setengah jagung"
Om: "Oh ya, silahkan duduk"
Saya: "Sudah lama buka disini?"
Om: "Emm.. (berpikir sejenak) baru 31 tahun"
Saya: "Oh.. lama juga ya" *mencoba tersenyum*

Kami menunggu di samping wajan, kemudian penjaja sate mulai menawarkan
"De.. sate de.."
Saya: "Berapa harganya?"
Kakek: "12.500 sepuluh de"
Lumayan mahal, biasanya hanya Rp. 10.000,- an. Tapi ya sudahlah, saya memesan sepuluh tusuk. Ketika saya kembali ke tempat martabak, si om penjual martabak tersenyum memandang, kemudian berbisik ke arah Peb
"Tanya dulu, berapa harganya?"
Saya: "Sudah om, 12.500"
Om: "Oh, ya sudah.."
Saya: "Emang kenapa om?"
Om: "Engga, dia suka ngasih mahal, waktu itu aja ada yang beli empat porsi, seporsinya dikasih harga 20.000, jadi total 80.000" *tertawa ringan*

Kami makan sate sepiring berdua (actually, 9 batang saya dan 1 batang Peb) :D
Setelah makan, saya mengeluarkan uang dari saku
"Jadi 12.500 ya pak?"
Kakek: "Jadi 20.000"
Saya: &^$%^$^)(&)(*&*!!!??? *Bengong*
Kakek: "Kan pake lontong.. lontongnya ta kasih tiga lho!" *sambil tetap tersenyum polooos..*

Busyeeet.. kalo ada yang penasaran mau makan sate di depan pasar Andri, penjualnya kakek2, mending tanyain dulu, berapa harga satenya, kalau lontongnya berapa, kalo pake bumbu kacang berapa, kalo pinjem piring sendok n numpang duduk jadi berapa..

Di dalam mobil..
Peb: "Jadi berapa satenya?"
Saya: "20.000"
Peb: "Lho kok.."
Saya: "Ah sudahlah.. kan lontongnya tiga, @Rp. 2.500, jadi totalnya ya.. 20.000"
Peb tertawa.. sepanjang jalan pulang :p

28 September 2007

Jalan-jalan Sore

Foto diambil di ITB, Keiko Mei 2006 dan Teman-teman Keiko Oktober 2006.


Dulu sewaktu masih kuliah, setiap hari minggu siang menuju sore selalu saya habiskan bersama teman-teman untuk membawa anjing masing2. Tempat favorit kami yang pertama adalah ITB, disusul Bale Kota, dan CiWalk. Sore hari merupakan saat yang paling tepat, udara sejuk dan tidak banyak orang yang lalu lalang.

ITB dan Bale kota menjadi favorit karena teduh dan banyak rerumputan. Anjing memiliki bantalan kaki yang lebih merasa nyaman ketika berlari-lari di atas rumput. Namun yang menyebalkan, kalau baru turun hujan, karena entah semua atau kebetulan saja, anjing2 kami senang bermain air. Dan hebatnya keiko, jia ia melihat genangan air, ia tidak akan sugkan2 untuk langsung melangkah masuk air, kemudian bergulung-gulung di atas genangan tersebut (perlu diketahui, waktu rata2 yang dibutuhkan untuk memandikan anjing jenis shih tzu adalah 2.5 jam).

Setelah stress selama 6 hari penuh, kuliah, tugas, skripsi, kerjaan,.. minggu adalah waktu yang paling menyenangkan. Bangun sesiang mungkin karena sabtu malam (seperti jomblo2 lainnya saat itu) dihabiskan dengan bermain komputer bersama para jomblo lainnya atau bermain komputer sendirian. Makan siang, mandi, kemudian langsung berjalan-jalan menikmati udara sore di bandung.

Sekarang, jangankan sebulan sekali, saya hanya sempat mengajak jalan-jalan mungkin 3 bulan sekali.

19 September 2007

Masalah Kepercayaan

Entah mengapa, untuk percaya kepada orang lain, saya mungkin terlampau mudah untuk percaya. Mungkin karena ketidak mampuan saya untuk menuruti naluri?
Mungkin karena kesulitan yang saya hadapi setiap hari terlalu banyak?
Tapi yang jelas, satu demi satu, saya mulai menuai hasilnya. Satu persatu membuat saya kecewa, dan sekarang saya harus menghadapinya satu demi satu.

Jangan terlalu mudah percaya, dan kalau sudah dipercaya, jagalah baik2 kepercayaan orang. Rasanya itulah satu-satunya modal untuk menjalankan hidup. . :D

17 September 2007

Keracunan Makanan dan Norit

Ternyata setelah makan kemarin malam, ikan yang saya makan tidak segar. Sepulang itu saya menderita sakit perut yang cukup hebat x(, perut kembung, jantung berdebar-debar.. mungkin karena ikan yang mereka sajikan tidak segar, walaupun anehnya Peb tidak merasakan apapun juga.

Dulu, teman saya juga pernah keracunan makanan, karena ikan yang tidak segar, di sebuah rumah makan 24 jam di ciumbuleuit. Memang kalau orang lain yang mengalaminya, hal itu bisa terlihat cukup lucu, tapi nggak banget ketika kita harus mengalaminya sendiri.. :))

Malam hari bolak-balik ke toilet sehingga tidak bisa tidur dengan tenang. Pukul 02.30 akhirnya bisa juga tertidur pulas. Benar-benar hari yang melelahkan! :D

Itu mengapa bagi anda semua yang suka makan, atau ingin berjalan-jalan ke tempat asing dimana makanannya belum tentu cocok dengan anda, maka ingatlah untuk selalu membawa norit. Norit merupakan tablet karbon yang berasal dari serat tumbuh-tumbuhan yang diaktifkan, sehingga baik untuk menghilangkan gangguan-gangguan dalam perut dan keracunan makanan.

Jika anda mengalami gangguan lambung, makanlah 6 hingga 9 tablet. Dan jika anda keracunan makanan, mual-mual, muka menjadi pucat, perut sakit, makanlah hingga 20 butir.

16 September 2007

Makan Malam yang Menyeramkan!

Malam minggu di bandung kurang menyenangkan. Ke BSM terlampau sepi, ke CiWalk atau BIP malas karena macet, ke PVJ malas karena terlampau penuh. Jadi biasanya kami habiskan hanya dengan makan malam, sesekali nonton diluar, atau beli DVD untuk kemudian ditonton di rumah.

Kebetulan koleksi DVD yang masih belum ditonton ada banyak, jadi kami memutuskan untuk jalan2 sebentar, kemudian makan di salah satu restoran makanan sunda favorit saya. Kami duduk di salah satu saung, dekat dengan air mancur. Ketika Peb sudah selesai makan dan saya masih sibuk menghabiskan ikan dan sate kambing :D, tiba2 dia tertawa kecil sambil melihat ke arah air mancur.

Setelah makan, selagi mengobrol, tiba2 Peb tertawa lagi, kemudian mendorong muka saya sehingga menoleh ke arah air mancur.

Saya; "apaan sih!?"
Peb; "nggak terasa?"
Saya; "terasa apaan?"
Peb; "ada yang penasaran ama kamu"
Ssa.. saya; "trus sekarang dimana?" *agak terkejut*
Peb; "tadi diem aja di deket air mancur.. sekarang di sebelah kamu"
Saya; "ngapain?" *bulu kuduk berdiri, sambil agak menahan rasa takut*
Peb; "penasaran.. kayanya suka ama kamu. oh iya, dia ngesot.."
Saya; "hah!? trus lagi ngapain?"
Peb; "nggak. nggak apa2 kok. tapi ntar pulang cuci muka ya"
Saya; "emang.. dia ngapain sih?"
Peb; "ngelus2 muka kamu.."
Saya; "pulang yuk" *sambil segera berdiri mengambil kunci mobil di meja*
(Masih berusaha melanjutkan) Peb; "padahal tadi waktu kamu aku suruh noleh, jaraknya cuma sejengkal tangan lho.." (mungkin menurut dia hal itu lucu sekali.. ok.. haha).

Ternyata, selama makan, ada sesosok mahkluk, wanita, tidak terlalu jelas, hanya tangannya yang tampak sangat jelas, dan ngesot.. kenapa bisa terlihat ngesot? Karena sebelumnya dia hanya menonton dari dekat air mancur, tapi kemudian bergerak menempel ke saya, nah, dia bergerak dengan cara ngesot. (Hiiii..) Dan menurut Peb, dia nggak setakut dulu, karena yang kali ini tampak baik.

Di mobil, tiba2 Peb ngomong "ky, loe kan akhir2 ini capek banget ya, tapi ntar bakal membaik kok". Saya "lho, emang knapa?". Peb "dia bilang gini, kesini makin enakan kok" selagi mengelus-elus wajah saya. "Kali maksud dia rejekinya kamu".

Menurut Peb, ada mahkluk yang jahat dan ada juga yang baik. Mereka tertarik pada aura manusia. Yang jahat akan manas-manasin orang yang lagi marah2, misalnya agar si pemarah membalas dendam, memukul, membunuh, hanya untuk bersenang-senang (kita dijadikan hiburan). Ada juga yang suka sama manusia, biasanya karena auranya, bau tubuh, atau karena tampangnya.

Kalau sampai disukai, ada yang cuma sekedar lewat sebentar, ada juga yang di-keep terus, sehingga bisa jadi perawan tua atau perjaka ting2 (what!??). Nah, kalau sampai disukai, biasanya mereka akan memberi keberuntungan, misalnya jadi menang judi terus-menerus.
Mereka bisa masuk dengan mudah ke orang2 yang suka melamun.

Nah, untungnya.. (saya nggak tau ini penghiburan atau bukan), saya selalu berpikir dan hampir tidak pernah melamun, dan malam itu saya dalam keadaan cerah sehingga auranya pun cerah, jadi yang buruk2 nggak mungkin mendekat (seakan ngesot itu tidak buruk :D). Karena yang mendekat ke saya tadi nggak ada niat buruk, dia cuma sekedar mampir dan melihat sekilas jalan kehidupan saya, sambil menyampaikan kabar gembira".

"Kok bisa ada yang jahat dan yang baik? Bukannya yang masih penasaran aja yang nggak bisa kemana-mana?" tanya saya. Peb "ya.. kadang ada yang masih bingung mencari jalan juga, dan nggak ada niat jahat, kadang ada juga leluhur yang masih mau mengunjungi keluarganya, mereka biasanya membawa kabar atau berita baik".

"Sekarang masih ikut di mobil?"
"Nggak, dia masih di rumah makan kok"
Sepanjang perjalanan pulang, saya tak bisa berhenti untuk terus-menerus melihat ke spion tengah..

07 September 2007

Baru Ingat: Ultah RCTI

Waktu saya lagi ngumpul bareng bersama teman2 di Ohlala dago, kebetulan ada acara ultah RCTI di TV. Panggungnya keren, dengan menggunakan teknologi LED dari China, dimana layar datar yang mahal dapat menjadi jauh lebih murah. Penggunaannya juga cukup mudah karena tinggal disusun sja, seperti menyusun batu bata.

Acaranya juga bagus, artis2 pendukungnya, kemudian penari2 latarnya.. ok deh ;p
Tapi ada satu hal yang sangat2 mengganggu.. iklan salah satu produk kosmetik yang menjadi pendukung utama acara tersebut, KOK BISA!???

Karena iklan tersebut sangat JELEK! Benar2 merusak mood penonton. Acara OK, bahkan produk kosmetik itupun OK (banyak teman2 yang memuji kualitas produk tersebut), kenapa iklannya jelek!???

Padahal saya sangat yakin budget yang dikeluarkan untuk turut mensponsori acara ultah rcti oleh produk kosmetik itu, pasti sangat besar. Sekali lagi.. kenapa iklannya jelek!??? Apa nggak sayang dengan budget yang sudah dikeluarkan!? Boleh2 saja pede dengan produknya, tapi tolonglah, buat iklan yang jauh lebih dapat dinikmati :|

Untuk para pembuat iklan; tolong, kami para penonton juga manusia, punya cita rasa, jangan rusak akal sehat kami :)

29 August 2007

Lupa Usia Sendiri

dari dulu, ultah memang bukan hal yang paling penting dalam jajaran hal2 lain yang saya anggap penting (mis beli buku, beli kopi, baca buku sambil menikmati kopi). jadi, merupakan hal yang sangat sulit untuk mengingat ultah teman2, karena ultah sendiri saja sering saya lupakan.

di apartemen, jakarta, malam;

martin: "nggak terasa ya? kalau dah kerja, waktu terasa lebih cepat"
*sambil menyeruput cola dingin*
hengky: "iya, nggak terasa"
martin: "tau2 gw dah umur 26 lagi"
hengky: "lho. loe tua banget tin?"
martin: *terdiam sejenak, tersedak oleh cola yang diminumnya*
"emang, loe umur berapa!??"
hengky: "..25?" *berusaha mencoba menebak, dengan ragu"
martin: "loe angkatan berapa?" (SMU)
hengky: "um.. 98"
martin: "kelahiran tahun berapa?"
hengky: "79"
martin: *berusaha tidak tersedak lagi, menahan laju cola yang hampir keluar dari lubang hidung* *ngakak* *melihat gw dengan serius* *ngakak lagi*
"ki, loe kelahiran 79, gw kelahiran 81, sekarang 2007, dikurangi 1979, berapa!?"
hengky: "masa sih" *mengeluarkan hp nokia dengan gambar spiderman di belakangnya-menu-organizer-calculator*
hengky: "hah!?? 27!??"

*ngakak berdua sampai beberapa menit ke depan*

lupa ultah boleh, lupa usia jangan.. betul? :p

27 August 2007

Coba Lihat Deh: Bloomberg

New York sebagai kota metropolitan dengan seabrek masalah, membutuhkan penanganan dari seorang walikota yang tegas dan cerdas. Yang dengan tegas menaikkan pajak properti untuk mengurangi defisit. Yang dengan cerdas membangun kantor transparan, dan mengeluarkan laporan yang mudah dimengerti oleh para pemilihnya (yang ia sebut customer). Meminimalisir kejahatan dan meningkatkan pendidikan. Dan memilih orang-orang terbaik untuk bekerja bersamanya memulihkan pasca kejadian WTC dan membangun New York. Yang naik ke tampuk politik dengan kekuatan sendiri sehingga tidak memiliki 'hutang budi' kepada siapapun.
Sayang di Indonesia nggak banyak orang cerdas yang mau memerintah. Kalau ada yang maupun, nggak punya modal. Duh, jadi teringat dengan satpol pp yang sering terlihat seperti perusuh.. mungkin karena berkaca pada tuan-tuannya :p

businessweek